Teknis · 12 menit

FreeRADIUS + MikroTik RouterOS API untuk ISP FTTH: panduan integrasi

Cara mengintegrasikan FreeRADIUS dengan MikroTik RouterOS via API untuk autentikasi PPPoE, auto-isolir, dan auto-restore pelanggan FTTH. Termasuk contoh config & best practice.

Diperbarui · Oleh tim Fibero

Kenapa FreeRADIUS + RouterOS API, bukan User Manager

MikroTik User Manager built-in RouterOS sederhana untuk RADIUS dasar, tetapi tidak scalable di atas 500 pelanggan dan tidak punya tooling reporting modern. FreeRADIUS eksternal + RouterOS API memberi Anda kontrol penuh: profile fleksibel, integrasi dengan billing, dan CoA (RFC 5176) untuk isolir/restore otomatis tanpa SSH ke router setiap kejadian.

Arsitektur dasar

(1) MikroTik PPPoE server di POP — sebagai NAS RADIUS. (2) FreeRADIUS server (Linux, biasanya VM dengan 2 vCPU + 4 GB RAM cukup untuk 5.000 pelanggan). (3) RouterOS API connection dari billing/management Anda ke MikroTik untuk operasi konfigurasi (add/modify/remove user). (4) CoA dari billing ke RADIUS untuk trigger disconnect/reconnect saat status pembayaran berubah.

Config baseline

Generator gratis untuk baseline config FreeRADIUS dan MikroTik tersedia di /alat/config-freeradius-mikrotik. Isi parameter ISP Anda, dapatkan clients.conf, /radius commands, dan profile PPPoE siap paste. Ingat: ganti shared secret, ACL strictly per IP NAS, dan rotate password admin minimal 90 hari.

Mau Fibero menangani banyak ini untuk Anda?

Aplikasi operasi ISP fiber di Indonesia. Alpha aktif, daftar tunggu gratis, mengunci harga 24 bulan.

Daftar tunggu Baca artikel lain