FreeRADIUS + MikroTik RouterOS API untuk ISP FTTH: panduan integrasi
Cara mengintegrasikan FreeRADIUS dengan MikroTik RouterOS via API untuk autentikasi PPPoE, auto-isolir, dan auto-restore pelanggan FTTH. Termasuk contoh config & best practice.
Cara mengintegrasikan FreeRADIUS dengan MikroTik RouterOS via API untuk autentikasi PPPoE, auto-isolir, dan auto-restore pelanggan FTTH. Termasuk contoh config & best practice.
MikroTik User Manager built-in RouterOS sederhana untuk RADIUS dasar, tetapi tidak scalable di atas 500 pelanggan dan tidak punya tooling reporting modern. FreeRADIUS eksternal + RouterOS API memberi Anda kontrol penuh: profile fleksibel, integrasi dengan billing, dan CoA (RFC 5176) untuk isolir/restore otomatis tanpa SSH ke router setiap kejadian.
(1) MikroTik PPPoE server di POP — sebagai NAS RADIUS. (2) FreeRADIUS server (Linux, biasanya VM dengan 2 vCPU + 4 GB RAM cukup untuk 5.000 pelanggan). (3) RouterOS API connection dari billing/management Anda ke MikroTik untuk operasi konfigurasi (add/modify/remove user). (4) CoA dari billing ke RADIUS untuk trigger disconnect/reconnect saat status pembayaran berubah.
Generator gratis untuk baseline config FreeRADIUS dan MikroTik tersedia di /alat/config-freeradius-mikrotik. Isi parameter ISP Anda, dapatkan clients.conf, /radius commands, dan profile PPPoE siap paste. Ingat: ganti shared secret, ACL strictly per IP NAS, dan rotate password admin minimal 90 hari.
Aplikasi operasi ISP fiber di Indonesia. Alpha aktif, daftar tunggu gratis, mengunci harga 24 bulan.