Fibero adalah Aplikasi operasi ISP fiber di Indonesia. Dibangun bersama operator FTTH lokal yang lelah switching antara Google My Maps, Excel, WinBox, dan grup WhatsApp cuma untuk menjawab satu pertanyaan: siapa offline sekarang?
Operator FTTH Indonesia menjalankan jaringan 2026 di atas tools 2014: Google My Maps, Excel kabel, WinBox, dan grup WA. Saat satu ODP putus, ini yang sebenarnya terjadi:
Semua modul Fibero menulis ke schema yang sama. Pasang pelanggan baru di satu form — peta, RADIUS, invoice, dan tiket onboarding ikut terisi. Pertanyaan apapun ke jaringan Anda dijawab dari satu tempat.
POP, OLT, ODC, ODP, dan rumah pelanggan diletakkan di koordinat GPS asli di atas peta Indonesia. Tarik kabel di peta — sistem mencatat panjangnya, parent port, dan kapasitas terpakai.
Profil pelanggan, paket aktif, ODP induk, port di OLT, sesi RADIUS, riwayat tiket, dan status tagihan — di satu halaman. Tidak perlu cross-check 4 sheet Excel lagi.
Catat keluhan dari pelanggan, sistem isi lokasi, ODP induk, dan paket aktif sendiri. SLA timer per kategori paket. Tiket overdue muncul di laporan harian, bukan disembunyikan di grup WA.
FreeRADIUS terintegrasi dengan profil bandwidth otomatis menyesuaikan paket. Tandai isolir / re-aktivasi dari UI, status tersinkron — tanpa SSH ke MikroTik tengah malam.
Invoice per pelanggan dengan tracking jatuh tempo, status pembayaran, dan grace period sebelum isolir.
MRR, ARPU, churn per ODP, paket terlaris, SLA at-risk, pendapatan per area. Export CSV / JSON kapan saja — data tetap milik Anda.
Screenshot nyata dari alpha aktif — bukan mockup. Tiga modul inti yang dipakai ISP design partner setiap hari. Tab antara desktop dan tampilan teknisi di lapangan.
Tabel jujur — yang sudah dibangun di Fibero, yang roadmap, dan apa yang dilakukan operator lain. Kami tidak akan klaim fitur yang belum ada.
| Fibero Anda di sini | Excel + WA + WinBox | MikroTik UM | ISPApp / Splynx | ABills | |
|---|---|---|---|---|---|
| Peta jaringan di koordinat asli (GIS) | ✓ Ya | Google My Maps terpisah | — Tidak | ✓ Ya | ◐ Sebagian |
| Topologi POP → OLT → ODC → ODP → Rumah | ✓ Ya | — Tidak | — Tidak | ◐ Sebagian | ◐ Sebagian |
| Manajemen pelanggan + paket terhubung ke ODP | ✓ Ya | Excel manual | — Tidak | ✓ Ya | ✓ Ya |
| Tiket dengan SLA per kategori paket | ✓ Ya | Grup WA | — Tidak | ✓ Ya | ◐ Sebagian |
| RADIUS terintegrasi (FreeRADIUS + MikroTik) | ✓ Ya | — Tidak | ✓ Ya | ✓ Ya | ✓ Ya |
| Invoice & tracking pembayaran | ✓ Ya | Ledger manual | — Tidak | ✓ Ya | ✓ Ya |
| UI 100% Bahasa Indonesia (bukan terjemahan) | ✓ Ya | — | — Tidak | — Tidak | — Tidak |
| Server di Indonesia + kepatuhan PDP 2022 | ✓ Ya | — | — | — Tidak | self-host |
| Audit log built-in (export untuk auditor) | ✓ Ya | — Tidak | — Tidak | ◐ Sebagian | ◐ Sebagian |
| Support WIB · Bahasa Indonesia | ✓ Ya | — | Forum EN | Email EN | Forum RU |
| Self-hostable opsional | yes (tier Skala) | — | ✓ Ya | — Tidak | ✓ Ya |
| Setup awal | 1–5 hari, didampingi | Gratis tapi DIY selamanya | 1 hari (cuma RADIUS) | 1–2 minggu | 1–4 minggu, butuh sysadmin |
ISP fiber Indonesia punya kerumitan sendiri — pembayaran via banyak channel, tiket via WhatsApp, kepatuhan PDP 2022. Fibero dibangun dengan asumsi itu sebagai default. Ada label di setiap kartu — yang sudah ada vs yang dijadwalkan.
UI, dokumen, dan tiket — semua native Bahasa. Bukan terjemahan setengah jalan.
Hosting di Jakarta & Surabaya. Latensi rendah, kepatuhan PDP, data Anda tidak kemana-mana.
Tim support manusia berbasis di Indonesia, jam kerja Senin–Sabtu 08:00–22:00 WIB.
Invoice dalam Rupiah dengan dukungan PPN sesuai aturan DJP.
ISP 500-an pelanggan rata-rata selesai dalam 4 hari. ISP 2.000+ kami dampingi 5–7 hari dengan cutover bertahap per ODP. Tidak ada down-time dipaksakan; pilot dulu, baru sisanya.
Kami zoom dengan Anda + 1 teknisi. Lihat topologi existing Anda, sampling 5 pelanggan, lalu rencanakan urutan import.
Anda kirim Excel kabel + daftar pelanggan dalam template kami. Kami import, validasi, dan tunjukkan hasilnya di peta — Anda tinggal review.
Kami konfigurasi FreeRADIUS atau hubungkan ke MikroTik User Manager Anda. 5 pelanggan dipindah dulu sebagai pilot — kalau sukses, sisanya bertahap.
Sesi training 90 menit untuk ops team. Kami stay di WA grup selama 2 minggu pertama — bug fix langsung, bukan support ticket berhari-hari.
Kami tidak punya kepentingan menyembunyikan roadmap dari calon pelanggan. Kalau fitur yang Anda butuhkan ada di kolom “Setelah uji terbatas” atau “Pasca-rilis”, kami jujur soal itu — jadi Anda bisa rencanakan kapan masuk.
Banyak jaringan FTTH di Indonesia masih dioperasikan dengan Google My Maps, Excel, WinBox, dan grup WhatsApp. Saat ODP putus, tim ops harus loncat antar tools cuma untuk tahu siapa yang offline — buka My Maps, scroll Excel, cross-check WinBox, lalu telepon satu-satu. Padahal jawaban itu seharusnya satu klik di peta.
Fibero bukan SaaS asing yang ditranslate setengah jalan. Kami bangun dari nol bersama operator FTTH design partner yang ingin tetap anonim sampai rilis publik — dengan vocabulary, payment rails, dan regulasi Indonesia sebagai default.
Kami sedang memfinalisasi harga bersama ISP partner. Target: lebih ekonomis dari ISPApp/Splynx dan sebanding dengan biaya gabungan tools yang Anda pakai sekarang (My Maps + Excel + WinBox + WA + ledger manual = ~jam tim yang hilang).
RT/RW-net & ISP fiber baru
ISP fiber kota & kabupaten
ISP regional & holding
Fibero sedang alpha bersama operator FTTH partner. Daftar tunggu sekarang — dapat undangan duluan saat beta tertutup dibuka, plus penguncian harga 24 bulan saat rilis publik. Gratis, tidak mengikat, tidak butuh kartu kredit.
Ada pertanyaan yang belum terjawab? Daftar tunggu dan tulis pertanyaan Anda di kuesioner singkat — kami balas dalam 24 jam (WIB) dengan jawaban manusia, bukan auto-reply.